Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Adventure-Enduro Riding



Adventure Enduro adalah sebuah kegiatan olahraga yang memerlukan kesiapan stamina dan ketahanan sepeda motor yang sungguh-sungguh. Apalagi jika merencanakan melakukan perjalanan melewati rute-rute ekstrim, tetapi kelelahan itu semua akan terbayar saat si biker mencapai tujuannya.
Beberapa tips Adventure Enduro yang akan diuraikan dalam artikel ini akan sangat membantu perjalanan yang melelahkan menjadi perjalanan yang menyenangkan.
offroad03
1. Apa yang harus dibawa dan digunakan.
Adventure Off road identik dengan lintasan berat, semak belukar, sungai, jurang, gunung-gunung dan berlumpur ria. Biker harus betul-betul menyikapinya dengan penuh persiapan agar perjalanannya tidak mematikan walau menyiksa.
Helm model cakil disarankan untuk digunakan, goggle akan membantu ketika melintasi semak-semak belukar dan lintasan berdebu, jersey tangan panjang, body protector, boot laras panjang dan celana panjang. Perlengkapan lain yg mutlak, toolkits, camel back berisi air mineral, makanan yg mempunyai kandungan karbohidrat suatu keharusan yg menyertai perjalanan.
offroad01
2. Posisi Tubuh
Dalam kondisi normal riding sangat mempengaruhi keseimbangan-kenyamanan-keluwesan dan kesehatan. Keseimbangan selain dipengaruhi oleh faktor kecepatan dan lintasan juga di pengaruhi oleh faktor penempatan tubuh :
a.Genggaman telapak tangan,
Mulai dari genggaman jari-jari tangan, sebagaimana yang saya peroleh pada suatu kesempatan training, bahwa handle bar harus dijepit dengan power fingers (kelingking, jari manis dan di locked dengan ibu jari) dengan cara demikian otot-otot triceps akan bekerja.  Sedangkan jari tengah dan jari telunjuk (yang disebut fine tuning fingers) dipergunakan untuk tuas rem dan  tuas kopling
b.Bobot tubuh
Untuk mendapatkan konsentrasi, kenyamanan merupakan faktor kuncinya. Sedangkan kenyamanan sangat dipengaruhi oleh ergonomic dari penempatan tubuh pada kendaraan. Ketika duduk umumnya bobot tubuh kita dari pinggul ke atas akan bertumpu pada tulang belakang (spine) posisi ini selain membahayakan kesehatan juga cepat membuat letih tubuh dari sisi tekhnik ketika si biker duduk dalam normal riding dan tiba-tiba roda depan melintasi batu atau memasuki lubang kestabilan si biker akan terganggu dan memungkinkan si biker jatuh.
Petunjuk yang benar adalah menempatkan bobot tubuh terbagi pada kedua tangan, dengan menempatkan badan sedikit membungkuk ke depan dengan kedua tangan sedikit menekuk (Gaya sombong). Kepala tegak dengan pandangan mata jauh 25 – 35 meter kedepan, kedua kaki selalu menjepit tangki dengan rapat.
offroad04
3.Menikung
Keberhasilan biker menikung pada lintasan buruk, sempit ataupun licin sangat dipengaruhi kombinasi: pandangan mata-posisi tangan-posisi badan dan putaran mesin yang harus selalu selaras. Usahakan pandangan mata tidak tertuju kebawah dekat dengan roda depan akan tetapi mengarah jauh kesudut keluar tikungan jika lintasan menikung tsb.tidak terdapat blind spot(BS), seandainya terdapat BS maka arahkan mata ke titik apex (Titik mati) dari tikungan tsb. Kecepatan dijaga konstan (balance throttle), tidak ada akselerasi sampai ke titik apex, setelah motor kembali pada posisi normal ente boleh tambah akselerasi secara bertahap.
Jangan membiarkan bobot kendaraan + tubuh bertumpu pada roda belakang, saran saya posisikan “combined weight distribution” pada pusat berat kendaraan (foot peg) dengan cara menekan (Push) handle bar yang ada disebelah arah tikungan dan julurkan kaki yg berada didalam tikungan ke depan, kemudian menekankan kaki (Lean) yg berada pada bagian luar tikungang ke tangki sehingga telapak kaki terasa mantap menginjak foot peg, selanjutnya ikuti dengan menjaga putaran mesin (Roll), semakin tegak sepeda motor kecepatan dapat ditambah.
4.Lintasan Berbatu
Lintasan ini jika panjang akan sangat melelahkan, berbahaya dan cukup menantang.
Lintasan berbatu padat berbeda dengan batu lepas, lintasan batu lepas memerlukan konsentrasi yang tinggi untuk melibasinya. Kedua tangan harus dapat menjadi absorber vibrasi bagi tubuh untuk itu kedua tangan harus dibuat menekuk, berat kendaraan harus ditumpukan ke roda belakang semenatara keseimbangan harus dijaga oleh si biker.
Apa yang saya lakukan selama ini, saya usahakan berdiri ketimbang duduk dengan demikian bobot tubuh jadi menyatu pada pusat kendaraan (High Weight Center) sambil menjaga putaran mesin jari-jari fine tuning fingers saya menempel pada kopling berjaga-jaga ketika putaran mesin harus turun mendadak. Dengan berdiri dan pandangan ke depan saya lebih dapat mengontrol keseimbangan kendaraan ketimbang posisi duduk.
5.Lintasan Licin (Padat)
Licin dan padat?? Ini boleh suatu handicap yang paling ditakuti oleh kalangan biker, apa lagi permukaan nya banyak alur-alur air seakan kaca yang dilumuri olie. Saya tidak perlu malu turun dari kendaraan menuntun untuk melintasinya, beberapa biker yg sudah berpengalaman dengan sepeda motor biasa (dual purpose) yg mempunyai seat height rendah mereka tetap duduk di sepeda motornya menjalankan dengan menggunakan putaran mesin rendah.
Pada saat tertentu roda depan bisa saja mengalami understeer gara-gara rem depan yg tajam begitu juga roda belakang mengalami oversteer akibat engine brake atau terlalu dalam menginjak pedal rem, jika ini terjadi umumnya biker akan jatuh kalau situasi nya demikian saya langsung menekan tuas kopling sehingga roda belakang akan mengalami freewheel.
6.SingleTrack
Tidak dipungkiri kadang kalaa single track harus dilewati dimana satu sisi nya tebing dan dilain sisinya jurang. Pada suatu kesempatan dalam perjalanan dari Batu (Jatim) menuju Bromo, ada satu biker berusia +40 th sampai harus menangis dan kencing di celana ketika dia terpaksa harus melewati titian surga ini, mau kembali tidak memungkinkan karena lebar track yg sempit, jalan terus mengerikan dengan alasan phobia ketinggian.
Dengan meninggalkan sepeda motornya si biker terpaksa harus dituntun oleh rekan-rekannya. Ada beberapa cara yg biasa saya lakukan dalam menyikapi kondisi ini, pertama mengarahkan roda depan ke tebing beberapa kali dengan posisi badan berada disisi tebing sampai arah roda kembali kearah balik. Beberapa biker dunia menyikapi dengan cara berbeda, berhenti kemudian mengangkat bagian depan kendaraan dengan putaran menghentak pada saat roda depan sudah mulai mendongak segera kaki kiri turun, kaki kanan tetap berada di foot peg kemudian ketika motor nyaris dalam posisi vertical dia memutarkan arah muka 180’. Apa yg dilakukan terakhir ini tentunya memerlukan latihan sebelumnya, salah-salah motor bisa nyebur ke jurang.
7.Menanjak dengan ketinggian yg curam
Sering kita jumpai biker yg cukup kewalahan melibas lintasan menanjak curam, motor mengalami flip back si biker terjungkal dan berguling-guling kebawah. Kejadian ini selain disebabkan oleh beberapa faktor, juga disebabkan oleh body shifting dan pandangan mata yang salah.
Banyak orang tidak paham pandangan mata sangat besar mempengaruhi ke stabilan. Posisi yang baik adalah berdiri dengan menempatkan badan cenderung kedepan, jika roda depan berada segaris dengan dagu, mata harus mengarah horizontal tidak ke ujung tanjakan, melihat ke ujung tanjakan pada posisi ini dapat menyebakan sibiker kehilangan keseimbangan dan membuat garis centre gravity berpindah.
8.Menurun
Ini berbeda ketika anda harus menurun, posisi badan kebalikan dari posisi menanjak. Tetapi pandangan harus diarahkan ke depan bukan ke bawah, apa yg saya katakan ini berkaitan dengan keseimbangan. Selanjutnya biker harus menjaga putaran mesin tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, putaran mesin yang tinggi pada kecepatan rendah lebih-lebih pada lintasan licin membuat roda belakang terkunci dan mengakibat si biker jatuh.
Sedangkan putaran mesin rendah umumnya akan yang seakan-akan freewheel membuat laju kendaran bergerak cepat dan ini juga membuat motor tidak terkendali.
Banyak biker melakukan dengan cara lain (khususnya motor-motor yg seat height nya rendah) mereka mematikan mesin dengan memasukan gigi, selanjutnya kedua kaki diturunkan, ketika roda motor diharapkan bergulir tuas kopling diremas, ketika mengharapkan laju roda lambat tuas kopling dilepas dengan halus sementara itu kedua kaki tetap menginjak permukaan dengan demikian kestabilan tetap terjaga.
Saatnya bersenang-senang (JP) sumber : http://www.jddc-online.com

Selasa, 05 Juni 2012

Tips ‘Memanasi’ Motor SE atau Enduro yang Masih baru



Motor trail sekelas SE (special engine – sebutan di Indonesia yang kerap dipakai untuk menyebut motor tipe cross) atau enduro yang dirancang untuk “bekerja keras” ternyata tetap perlu masa ‘break-in’ atau pemanasan ketika motor masih baru. Motor yang baru keluar dari deler, tidak bisa langsung digeber begitu saja di jalur offroad. Perlu masa-masa “pemanasan” yang disebut masa ‘break-in’, ini agar usia mesin motor bisa lebih awet. Maklum kalau mesin motor enduro atau SE jebol, hemmm sudah kebayangkan berapa duit yang akan dikeluarkan untuk memperbaikinya.

Berikut tips memanasi motor SE /enduro di masa-masa ‘Break-in’:

• Ketika motor SE/enduro yang masih gress itu sampai di garasi anda, cek dulu ketersediaan oli mesin, air radiator dan bensin.

• Setelah itu hidupkan motor sampai mesinnya hangat, tidak usah digeber-geber gasnya.

• Kendarai motor selama 20 menit dengan bukaan gas kira-kira ½ dari bukaan gas penuh. Jadi kendarai dengan santai dulu, tidak perlu nafsu untuk membetot gasnya terlalu kencang.

• Setelah 20 menit mengendarai, berhenti dulu, biarkan mesin dingin. Kemudian cek baut-baut dan ketinggian oli mesin.

• Hidupkan lagi motor dan kendarai selama 40 menit dengan bukaan gas ¾ dari bukaan penuh.

• Berhenti dan biarkan mesin sampai dingin dengan sempurna. Cek barangkali ada mur baut yang kendor, ketegangan rantai dan jeruji.

• Ganti oli, dan khusus motor 4 tak perlu juga diganti filter oli-nya.

• Setelah masa ‘break-in’ ini, motor sudah siap anda betot gasnya sekencang mungkin, namun tetap perlu diingat batas kemampuan anda dalam mengendarainya.

Semoga bermanfaat, selamat mengendarai motor anda!
Sumber : http://indo-dirtbike.blogspot.com/2012/03/tips-memanasi-motor-se-atau-enduro-yang.html

4 Tips for Preparing Your Dirt Bike for Resale

If you decide to sell your used dirt bike there are a few tips you can follow that will help you give the prospective buyer a good impression and not force a substantial drop in your asking price. Here are a few of those tips:

-Clean It Thoroughly
-Check for Wear and Tear
-Change the Tires
-Perform a Safety Check

Clean It Thoroughly

It might be cool to have a prospective buyer come to your house, and see a dirt bike covered in mud. You want them to see that you use the bike regularly, but this could be just the thing that turns them off. A buyer wants to see the bike, not the dirt. Cleaning it up will give the buyer an impression the bike has been taken care of and not neglected. Clean the dirt bike so it shines like it did when you bought it new.

A clean dirt bike is the best way to give a prospective buyer a good first impression.

Check for Wear and Tear

The best way to get top dollar for your used dirt bike is to take the time to check for wear and tear. When you find things such as; bent spokes, split cables or a ripped seat, take a few bucks and repair them. You can then pass on the cost by increasing the resale price. If you let these things go without repair you may not get as much as you want for the bike or you may lose the sale completely.

You can get a better price and sell the bike quicker if you are willing to spend a few dollars to repair obvious defects of the bike.

Change the Tires

The condition of the tires is one of the first things that a prospective buyer is going to see. If you have spares that are in better shape then the ones currently on the bike, change them. This will make the dirt bike more appealing and you will be able to recoup the cost of the better tires with an increase in the selling price. Otherwise the buyer is going to want to reduce the price of the bike right from the start even if you priced it at rock bottom.

Worn, stripped or damaged tires will immediately bring the price of the dirt bike down if they are not replaced.

Perform a Safety Check

After you have cleaned up the bike you will want to double check to be certain everything is working properly. Check the throttle cable, lights, and brakes; this way when the prospective buyer asks to start up the bike, they all work. In the buyer's mind if something doesn't work, it will cost them money, and this will bring the price of the bike down in their mind. By double checking you will be certain all systems are go, and can get your asking price for the bike.

Check all the dirt bike safety features be the buyer arrives so you can be certain they are operating properly.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More